August 4, 2021
Esai-Adalah-Pengertian-Struktur-dan-Contoh-Esai

Esai Adalah : Pengertian, Struktur dan Contoh Esai

Esai Adalah : Pengertian, Struktur dan Contoh Esai

Definisi esai

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), karangan adalah karangan atau tulisan yang membahas suatu masalah secara sekilas dari sudut pandang pribadi penulisnya. Dari pemahaman tersebut dapat disimpulkan bahwa sebuah karangan menulis yang berisi opini dan bersifat subjektif atau argumentatif. Sudut pandang pribadi ini harus logis dan dipahami dengan baik. Tidak hanya itu, argumentasi yang dikemukakan dalam esai harus didukung oleh fakta agar esai tidak menjadi naskah fiksi atau imajinasi pengarang belaka. Tujuan menulis esai adalah membuat orang percaya pada sudut pandang penulis tentang suatu masalah. Oleh karena itu, data atau fakta pendukung harus tersedia.
Struktur esai

Esai-Adalah-Pengertian-Struktur-dan-Contoh-Esai

Untuk menulis karangan yang baik, ada urutan atau struktur yang harus diperhatikan oleh penulis. Adalah sebagai berikut:

1. Perkenalan

Dalam pendahuluan, kami dapat menunjukkan topik atau topik yang akan dibahas di seluruh esai. Unsur-unsur dalam pendahuluan adalah latar belakang penulis dan pendapat pribadi tentang subjek tersebut, yang akan dibahas lebih rinci pada bagian berikut. Pendahuluan merupakan pendahuluan bagi pembaca untuk memahami topik yang dibicarakan agar pembaca lebih mudah mereview isi esai.

2. Isi / diskusi

Isi atau pembahasan merupakan bagian dari karangan yang menjelaskan pokok bahasan / pokok bahasan tulisan secara lebih detail. Dalam isinya, penulis mendeskripsikan pendapatnya secara kronologis atau berurutan sesuai dengan ide-ide yang disusun dalam bingkai sehingga esai menjadi koheren.
3. Kesimpulan / kesimpulan

Kesimpulan adalah bagian terakhir dari esai. dan Bagian ini berisi kalimat yang meringkas atau meringkas apa yang dikatakan dalam pendahuluan dan pembahasan. Kesimpulan tidak dapat diperluas ke topik lain.
Contoh esai

Penyebab bahasa Lampung terancam punah

Di situs BBC, UNESCO melaporkan bahwa lebih dari sepertiga bahasa di dunia terancam punah dan beberapa di antaranya digunakan oleh sekelompok kecil penutur. Menurut UNESCO, sekitar 200 dari sekitar 2.000 bahasa digunakan oleh sekelompok kecil penutur. Bahasa Lampung yang merupakan bahasa daerah Provinsi Lampung adalah salah satunya. Bahasa Lampung memiliki banyak dialek yang berbeda dan aksara (huruf) tersendiri.

Di era globalisasi, ketika masyarakat memprioritaskan bahasa nasional dan asing untuk kebutuhan komunikasi korporat dan hal-hal lainnya, penggunaan bahasa daerah seperti Lampung di Provinsi Lampung sudah mulai menurun. Bahasa Lampung dikhawatirkan akan memiliki penutur yang lebih sedikit.

Ada beberapa kemungkinan penyebab yang menyebabkan lebih sedikit penutur asli bahasa Lampung. Hal-hal yang menurut saya bisa menjadi penyebab menurunnya penutur asli di Lampung. Pertama, banyaknya varian dialek yang meningkatkan pemahaman sesama penutur yang mengikuti dialek berbeda sehingga enggan menggunakan bahasa Lampung. Pada akhirnya mereka lebih memilih menggunakan bahasa daerah untuk mengatasi kesulitan tersebut.

Masyarakat yang heterogen dimana banyak orang di luar suku Lampung tinggal di Lampung, serta perkawinan antar suku, juga menjadi salah satu alasan mengapa masyarakat lebih sering menggunakan bahasa nasional. Adanya perkawinan beda suku melahirkan anak-anak yang tidak berpendidikan di Lampung karena orang tuanya tidak terbiasa atau tidak diajarkan bahasa Lampung di rumah. Komunikasi rumah didominasi oleh bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Tidak hanya anak dari perkawinan beda suku, tapi juga anak orang tua asli Lampung yang sudah mulai tidak belajar bahasa Lampung atau tidak berkomunikasi di rumah di Lampung.
Lihat pula: √ Letak geologi Indonesia berada

Karenanya, Artikel tentang √ Esai Adalah: Pengertian, Struktur dan Contoh Esai dari pengajar.co.id dapat bermanfaat.

 

 

Baca Juga :