October 15, 2021
kekayaan-bos-louis-vuitton

Kekayaan Bos Louis Vuitton Hilang Rp87 Triliun Seminggu

Menakjubkan! Louis Vuitton Boss rugi Rp 87 triliun hanya dalam waktu satu minggu

kekayaan-bos-louis-vuitton

CEO LVMH Bernard Arnault dikabarkan kehilangan kekayaannya sebanyak $6 miliar atau sekitar Rs 87 triliun hanya dalam waktu satu minggu. Hal ini diduga terjadi akibat pandemi Covid-19.

Menurut Forbes, Senin (8 Maret 2021), Bernard Arnault sebelumnya memiliki kekayaan bersih sekitar $112,1 miliar atau sekitar 1,625 triliun rupee.

Setelah kejadian itu, kekayaan bersihnya diperkirakan turun menjadi hanya US$106,2 miliar atau sekitar Rp1.539,9 triliun.

Hal ini diketahui dari laporan LVMH Moet Hennessy Louis Vuitton SE, atau lebih sering disebut LVMH. Mereka melaporkan kinerja keuangan yang buruk pada paruh pertama tahun 2020.

Saham LVMH dilaporkan anjlok 8% dalam 1 pekan yang berakhir 31 Juli 2020. Sebelumnya, penjualan di kuartal I 2020 juga turun 27% dibandingkan periode yang sama 2019. Penjualan pada periode ini hanya mencapai 21,7 miliar dolar AS. dolar atau hanya sekitar Rp. 311,5 triliun.

Keuntungan LVMH juga hanya $ 615 juta, atau sekitar Rs. 8,8 miliar. Jumlah itu menurun sebesar 84%. Tak berhenti sampai di situ, pada Senin (2 Agustus 2021) saham LVMH anjlok 4%.

Terkait hal itu, Arnault mengatakan LVMH telah menunjukkan ketahanan yang cukup pada paruh pertama tahun 2020 dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Perusahaan telah mencoba menerapkan langkah-langkah khusus untuk menangani pandemi ini. Ini termasuk menurunkan biaya operasional dan mempercepat pertumbuhan penjualan online.

“Kami telah melihat tanda-tanda peningkatan aktivitas yang kuat sejak Juni 2020. Namun kami akan tetap sangat waspada selama sisa tahun ini,” kata Arnault, seperti dikutip Detik.
Bernhard Aurnault 429a7

Langkah ini tidak banyak membuahkan hasil. Salah satunya adalah lonjakan penjualan yang cukup tajam di China pada kuartal II-2020.

Namun selain itu, tidak ada perbaikan lain. Kinerja perusahaan masih buruk. Salah satunya karena banyaknya penutupan toko dan pabrik di luar China.

Belum lagi kebijakan penangguhan perjalanan internasional dari berbagai negara yang berdampak signifikan terhadap perusahaan ini.

Kenali Bernard Arnault

Karakter Bernard Arnault tidak terlepas dari brand ternama ini. Arnault lahir dalam keluarga pengusaha kaya.

Karir bisnisnya dimulai pada tahun 1985 dengan pembelian Christian Dior. Ayahnya menerima modal kerja senilai $ 15 juta, atau sekitar Rs.215,3 miliar. Sang ayah sebelumnya memiliki sebuah perusahaan konstruksi.

Selain itu, karir bisnisnya semakin berkembang. Dia mengakuisisi perusahaan lain seperti Financiere Agache dan Boussac Saint-Freres.

Ia kemudian mendirikan LVMH Group, sebuah perusahaan barang mewah yang berbasis di Paris, Prancis.

Pada usia 71, Arnault adalah orang terkaya ketiga di dunia. Grup LVMH sendiri saat ini mengurus sekitar 60 anak perusahaan. Kebanyakan dari mereka adalah merek terkenal di dunia.

Ini termasuk Louis Vuitton, Dior, Givenchy, Celine, Fendi, Kenzo, TAG Heuer, Benefit Cosmetics, Marc Jacobs, Bulgari, Emilio Pucci dan banyak lagi.

Arnault hampir menyalip Jeff Bezos sebagai orang terkaya di dunia pada awal tahun 2020.

Namun, karena nasib Arnault yang menurun, ia kini harus puas dengan posisi ketiga. Dia berdiri di bawah Bill Gates, yang menempati posisi kedua.

Sumber :