December 6, 2022

Bug Fatal yang Dibuat oleh Pengembang Rockstar Games yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Rate this post

Bug Fatal yang Dibuat oleh Pengembang Rockstar Games yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Pengembang Rockstar Games

Sebagai salah satu perusahaan game terbaik, developer Rockstar Games sebenarnya telah melakukan kesalahan fatal dalam beberapa tahun terakhir.

Sejak lama, Rockstar Games sering dipuji oleh para gamer karena dikenal membawa genre game yang berbeda.

Rockstar Games pertama kali didirikan pada Desember 1998 dan sekarang berkantor pusat di New York.

Rockstar Games kemudian menjadi bagian dari Take Two Interactive dan saat ini pengembang memiliki 10 kantor di seluruh dunia.
Bug Fatal yang Dibuat oleh Pengembang Rockstar Games yang Mungkin Belum Anda Ketahui

1. Meninggalkan Red Dead Online

Juli lalu, Rockstar Games secara resmi mengumumkan bahwa mereka akan berhenti memperbarui Red Dead Online dan lebih fokus pada GTA VI.
Baca Juga: League of Legends Akan Mengusung Genre MMO

Red Dead sendiri tidak sepopuler GTA Online, tetapi komunitas game cukup solid untuk mengadakan pemakaman online.

Karena mereka menganggap ini adalah akhir dari Red Dead Online, namun bukan berarti game ini akan ditutup oleh Rockstar Games selamanya.

Namun komunitas tidak bisa mendapatkan konten terbaru ke depan sambil terus menerima pembaruan bug atau sejenisnya.

Hal ini membuat semua gamer di seluruh dunia mengucapkan hashtag SaveRedDeadOnline karena game ini hampir sama dengan game mati.

2. Memuat jam permainan dari GTA Online

GTA Online merupakan game yang masih banyak diminati oleh para pemain hingga saat ini, apalagi game tersebut terus diupdate.
Baca Juga: Kisah dan Fakta Seru Selena Mobile Legends yang Wajib Kamu Tahu!

Dan GTA Online versi PC dapat menobatkan gamer sebagai kumpulan orang-orang paling sabar di dunia.

Karena hanya untuk masuk ke dalam game, mereka rela menunggu berjam-jam.

Banyak pemain yang mengeluhkan hal ini, namun Rockstar Games sepertinya tidak peduli.

3. Memerah Susu GTA V Online

Game ini merupakan game berbayar yang pastinya tidak murah dan para pemain akan berlomba-lomba untuk menjadi kaya di dalam game tersebut.

Rockstar Games mendapatkan keuntungan lain dengan menggunakan Kartu Hiu.

Selain menjual game dan menghasilkan keuntungan Rp 35 miliar per hari.

Juga, Rockstar Games baru-baru ini merilis keanggotaan bulanan yang disebut GTA+ untuk pemain yang ingin mendapatkan manfaat tambahan setiap bulan.
Baca juga: Susunan Pemain AC Milan Vs Inter

Jika mengingat lagi, kita harus membayar harga yang tidak murah untuk memainkannya.

Lalu kenapa membership ini harus di game berbayar?

Karena itu, banyak pemain berpikir bahwa Rockstar Games adalah perusahaan yang rakus.

Itulah sedikit pembahasan mengenai kesalahan fatal developer Rockstar Games yang mungkin belum Anda ketahui.

Sumber :